Sunday, 22 January 2017

CHOICES.

Ngga sedikit mahasiswa pendidikan tapi ngga mau ngajar, apalagi anak pendidikan bahasa Inggris. Mungkin banyak yg mikir bahasa Inggris itu bisa kerja dimana aja walaupun ada embel embel ‘pendidikan’-nya. Banyak teman-teman di kampusku yang ngga mau jadi pengajar setelah mereka lulus.
choices, emawdewi
Kenapa sih? Dari sudut pandang teman-temanku yang ngga mau ngajar setelah dapat ijazah lulusan pendidikan dan dapat Akta 4,mereka bilang “ini bukan passion aku”, “ah jadi guru ga bisa berkembang karirnya”, “walaupun pendidikan, bahasa inggris kan bisa untuk umum”, sampai ada juga yg bilang “gaji guru ngga seberapa” dan juga “harus bertahun tahun digaji sebagai honorer”.

Di Indonesia, ada banyaaak banget LPTK yang melahirkan calon-calon pengajar ini. Banyak usaha LPTK untuk menciptakan calon guru yang baik, kompeten, professional, dll. Tapi ya mau gimana lagi, ngga sedikit juga mahasiswa yang kuliah di bawah naungan LPTK yang saat keluar nanti tidak ingin berkecimpung di dunia keguruan. Tapi ada benarnya juga, kesempatan untuk menjadi tenaga pengajar di lembaga pendidikan memang cukup sulit.

Belum lagi, para guru ini harus merasakan menjadi guru honorer yang penghasilannya sangat-sangat jauh untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Walaupun, dari DIKTI ada program PPG yg bisa membantu guru untuk mendapatkan sertifikasi yg artinya walaupun guru ini masih honor, dia bisa mendapatkan gaji yang jauh lebih baik dari honorer biasanya.

Tapi, ada lagi masalah yg muncul disini, untuk dapat mengikuti program PPG para calon guru ini harus mengeluarkan biaya yg tidak sedikit dan waktu juga yg tidak sedikit. Tidak kehabisan akal, DIKTI mengeluarkan lagi sebuah program yg dinamai SM3T, program ini memberikan kesempatan bagi calon guru untuk mendapatkan beasiswa PPG, tapi untuk dapat mengikuti program SM3T para calon pendidik harus melewati beberapa tahap seleksi yang cukup panjang, untuk keterangan lebih lengkap mengenai SM3T PPG dapat di cek disini (dikti.go.id).

Bisa dimengerti sih kenapa banyak lulusan LPTK yg ngga mau jadi tenaga pengajar setelah mereka lulus. Tapi bagi aku yang seorang lulusan pendidikan bahasa inggris, mengajar punya rasa kesenangan tersendiri. Terlepas dari prosedur ribetnya jadi guru yg bisa mempunyai taraf hidup yg baik itu. Saat aku masuk kelas dan bertemu banyak murid dengan berbagai karakter dan dapat sharing pengetahuan ke mereka itu menyenangkan sekali.

Aku sendiri belum menjadi tenaga pendidik di sekolah, tapi aku menjadi salah satu tenaga pendidik di lembaga kursus bahasa Inggris. Disana aku ‘bermain’ dengan siswa dari jenjang SD sampai kuliah. Untuk lulusan LPTK yg bilang jadi guru itu ga enak, coba deh ketemu sama siswa-siswa dulu :D.

Ga ada maksud buat maksa orang-orang jadi guru kok, cuma sharing pengalaman hidup sebagai fresh gradute pendidikan bahasa Inggris aja hehe. Lagi-lagi hidup memang soal pilihan, you can choose your own destination in your life. Ngga ada ilmu yg sia-sia, we can learn everything, we can share many things.  

No comments:

Post a Comment

Profil

M. Taufiq Nur
Ema Wilianti Dewi Educator
"Read then you'll understand everything better".

Langganan